Instalasi Pengolahan Limbah Tinja Keputih, IPLT Surabaya

By | 6 September 2020
Instalasi Pengolahan Limbah Tinja

Instalasi pengolahan limbah tinja keputih surabaya, itu seperti apa sih? Untuk mengetahui pengolahan limbah di kota besar seperti di surabaya, berikut informasinya.

Jadi, lokasi ini juga populer dengan singkatan IPLT / Instalasi Pengolahan Limbah Tinja. Karena pengolahan limbah tinja, mungkin kalian semua pernah ngerasa kayak pasti lokasinya kumuh banget.

Tapi ketika berada pdaa area IPLT, justru akan membuat kalian kaget. Mengapa demikian?

Lokasi Instalasi Pengolahan Limbah Tinja surabaya justru mirip banget kayak taman kota. Bahkan, nggak ada gambar apapun yang nggak enak.

Semua lokasi tampak bagus untuk kamu foto. Nah, terus seperti apa proses di IPLT?

Tentang Instalasi Pengolahan Limbah Tinja / IPLT Keputih Surabaya

Instalasi Pengolahan Limbah Tinja merupakan bagian UPTD Dinas Kebersihan dan Pertamanan surabaya. Instalasi ini juga eksis mulai tahun 1989. Kemudian, resmi beroperasi tahun 1991.

Tentu saja, butuh waktu banyak untuk melakukan perubahan dalam banyak hal. Dari tahun ke tahun, lokasi IPLT surabaya juga semakin bagus.

Nggak hanya teknologi, tapi juga penghijauan lokasi adalah bagian dari program pembangunan

Berapa luas lahan IPLT surabaya? Lahan yang tersedia mencapai 2,1 hektar. Luas tersebut mampu menampung limbah hingga 400 m3 per hari. Sampai saat ini, hanya sekitar 100-150 m3 limbah yang ada per hari.

Walaupun tidak menyediakan kendaraan untuk mengangkut limbah, tapi Instalasi Pengolahan Limbah Tinja menjalin kerjasama dengan sedot WC.

Sampai saat ini, ada 28 CV yang bergabung dengan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja Keputih Surabaya, salah satunya kami CV Bima.

Sebagai satu-satunya Instalasi Pengolahan Limbah Tinja, banyak pihak datang untuk melakukan studi banding.

Sampai saat ini, hanya pulau Bali yang punya rencana untuk membangun jenis instalasi pengolahan limbah tinja Bali yang sama.

Instalasi pengolahan limbah tinja keputih surabaya mampu mengelola limbah menjadi kompos. Guna mendukung pengolahan limbah, maka Instalasi Pengolahan Limbah Tinja ini pun selalu buka selama 24 jam setiap hari.

Sehingga, buka non-stop sampai akhir tahun. Kendati demikian, IPLT membatasi setor limbah yaitu hanya dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam.

Mekanisme Instalasi Pengolahan Limbah Tinja IPLT Keputih Surabaya

Sebagai penyedia jasa sedot WC yang beroperasi di kota Surabaya, kami CV bima akan memberikan info mekanisme IPLT yang ada di kecamatan Keputih Surabaya.

Penasaran banget gimana IPLT surabaya bisa kelola limbah tinja jadi kompos? Berikut tahapan pengelolaan limbah yang dapat kalian simak:

1. Truk Sedot WC Membawa Tinja

Truk-truk sedot WC surabaya akan masuk membawa tinja hasil penyedotan. Entah itu dari rumah kalian, restoran, pabrik, toilet umum, dan lainnya. Truk-truk ini lalu masuk ke Solid Separation Chamber, apa itu?

Jadi, ini adalah bak atau ruang buat pemisah lumpur. Petugas memisahkan padatan dari gutter dan filter kerikil.

Faktanya, limbah tinja biasanya bercampur dengan sampah lainnya. Contohnya: bungkus sampo, pembalut, botol air mineral, juga sabun.

Jadi, butuh waktu banget untuk memisahkan semua ini. Bahkan, proses memisahkan sampah harus pakai crane dan para petugas melakukannya secara berkala.

Perusahaan jasa sedot WC surabaya bisa setor limbah disana. Namun, tentu saja harus membayar biaya per m3. Harga terakhir mencapai Rp. 3.750 per m3. Pemda sendiri ikut berperan dalam mengatur harga tersebut.

Bak solid separation chamber ini punya spesifikasi berikut: Panjang 18 meter, lebar 8 meter, dan tinggi 2,75 meter.

2. Balancing Tank

Tahap berikutnya, dari solid separation chamber, petugas memindahkan limbah ke balancing tank.

Berikut spesifikasi balancing tank: panjang 10 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 2,5 meter.

3. Oxidation Ditch

Mengapa butuh oksigen? Soalnya, oksigen ini akan membantu berkembangnya bakteri aerob. Bakteri ini penting loh, karena dapat menguraikan limbah dengan cara alami.

Selanjutnya mengalirkan limbah pada oxidation pitch. Merupakan parit oksidasi guna mengolah limbah secara biologis. Caranya yaitu dengan mensuplai oksigen menggunakan cage rotor/ blower.

Spesifikasi parit:

panjang 60,2 meter, lebar 4 meter, tinggi permukaan 1,85 meter. Parit ini hanya menampung lumpur dengan tinggi sampai 1,35 meter.

4. Clarifier

Pengolahan limbah akan lanjut ke clarifier. Dalam tahap ini, lumpur mengendap secara alami.

Nah, petugas menggunakan clarifier sebagai kolam. Bentuk kolam ini adalah lingkaran. Ada juga berbagai alat yang mengelilingi kolam supaya dapat menggiring lumpur ke bagian utama.

Untuk melakukan satu kali putaran, alat-alat ini membutuhkan waktu 25 menit.

Berikut spesifikasi clarifier: diameter 6 meter, kedalaman 2,45 meter, dan kedalaman permukaan adalah 1,85 meter.

5. Distribution Box

Setelah melewati proses clarifier, alat-alat tersebut menggiring lumpur ke Distribution Box 1 dan Distribution Box 2.

Pada Distribution Box 1, ada resirkulasi menuju Oxidation Bitch. Kemudian pada distribution Box 2, lumpur akan menuju Sludge Drying Bed.

6. Sluge Drying Bed

Sluge Drying Bed adalah tempat untuk mengurangi kadar air pada lumpur. Proses dewatering pun berjalan secara alami. Lumpur yang kering kemudian menjadi kompos siap pakai.

Instalasi pengolahan tinja keputih surabaya menghasilkan kompos yang kemudian berguna bagi perawatan taman. Bahkan, mereka juga menjual kompos ini dengan aturan yang sudah ada.

Selain itu, kalian juga bisa meminta kompos guna keperluan rumah.

Akan tetapi, jika membutuhkan kompos yang cukup banyak untuk sebuah acara, maka kamu harus membuat surat dulu.

7. Polishing Pond

Supernatan untuk bagian cair dari clarifier kemudian menuju ke Polishing Pond. Fungsinya adalah untuk menampung dan mengalirkan limbah ke kali wonorejo.

Akan tetapi, petugas Instalasi Pengolahan Limbah Tinja juga bisa menggunakan air pada polishing pond. Mereka dapat menggunakannya untuk menyiram tanaman pada IPLT. Sehingga, tidak perlu membuang sisa pengolahan limbah ke kali Wonorejo.

8. Sludge Drying Area

Pihak IPLT juga memiliki Sludge Drying Area. Fungsinya adalah untuk mengurangi kadar air pada unit SSC. Sehingga, lumpur pada di SSC bisa kemudian menuju ke Sludge Drying Area, bergerak ke Distributon Box 2. Kemudian, balik lagi ke Sludge Drying Bed untuk menjadi kompos.

Mengapa Instalasi Pengolahan Limbah Tinja Sangat Penting?

Nah, sekarang kalian semua sudah mengerti gimana sih proses instalasi pengolahan limbah tinja keputih surabaya mengolah limbah hingga menjadi kompos.

Tentu saja, instalasi seperti ini bener-bener berguna banget. Bahkan, harusnya ini menjadi kebanggaan penduduk Jawa Timur karena adanya fasilitas supaya lingkungan jadi lebih sehat tanpa ada limbah yang mengganggu kesehatan.

Dengan adanya penjelasan ini, semoga dapat menjadi contoh yang baik. Sehingga propinsi bisa segera menyusul untuk memiliki IPLT.

Apalagi, studi sebelumnya menunjukkan bakteri e.Coli mencemari air bersih Indonesia hingga 80%.

Bakteri e.Coli ini adalah bakteri yang muncul dari kotoran manusia. Kemudian, karena septic tank yang bocor, pengelolaan limbah yang kurang tepat, dan lainnya.

Sehingga, membuat bakteri ini mencemari lingkungan. Akibatnya, lingkungan yang kurang sehat akan menggangu kesehatan.

Untuk itu, kurangi masalah dengan septic tank, yaitu dengan melakukan penyedotan secara berkala.

Penyedotan septic tank sebaiknya 2 atau 3 tahun sekali. Untuk mencegah masalah lingkungan yang kurang sehat.

Apalagi, limbah tinja dapat bermanfaat menjadi kompos dengan bantuan instalasi pengolahan limbah tinja keputih surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *